| News |
Tentang Batik2 Mei 2011
Batik bisa mengacu pada dua hal , yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain (wax-resist dyeing); yang kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX , batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. Ada yang berpendapat bahwa tehnik ini diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. J.L.A. Brandes (seorang arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) menyatakan bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Pada literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles, yang pernah menjabat Gubernur Inggris di Jawa . Dikisahkan tahun 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam, saat itulah batik Indonesia mulai memukau publik dan seniman. Kerajinan batik memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama, dan hanya dikerjakan secara eksklusif oleh perempuan. Hingga ditemukannya "batik cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Pengecualian : batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti pada corak "Mega Mendung", biasanya dikerjakan oleh kaum lelaki. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Corak batikRagam corak dan warna batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. Cara pembuatanAwalnya batik dikerjakan di atas bahan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Seiring berjalannya waktu, batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar. Kain yang telah dilukis kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin. Menurut tehnik
Motif Batik berdasarkan daerah asal, diantaranya adalah dari Aceh, Bali, Banyumas, Cirebon, Madura, Malang, Tasik, Solo dan Pekalongan. |
| Baca juga | |
| » |
4 Februari 2012 Jenis Tas Wanita Tas wanita menjadi salah satu benda penting bagi wanita, dari yang fungsinya ‘hanya’ untuk menyimpan benda-benda bawaan, melengkapi penampilan sampai menaikkan prestise seseorang. |
| » |
2 Desember 2011 Rings A finger ring is a circular band worn as a type of ornamental jewelry around a finger. Other types of metal bands worn as ornaments are also called rings, such as arm rings and neck rings. Rings are worn by both men and women and can be of any quality. Rings can be made of metal, plastic, wood, bone, glass, gemstone or other materials |
| » |
3 November 2011 Bangle Bangles or Chudi are traditional ornaments worn by Indian women, especially Hindus. They are worn after marriage to signify matrimony. It is a tradition that the bride will try to wear many small glass bangles as possible at her wedding. The honeymoon end when the last bangle breaks. They are circular in shape, and, unlike bracelets, are not flexible. The word is derived from Hindi bungri (glass). They are made of numerous materials such as gold, silver, platinum, glass, wood, ferrous metals, plastic, etc. |
| » |
11 Oktober 2011 Necklace A necklace is an article of jewellery which is worn around the neck, frequently in form of a metal chain, attached to a locket or pendant. Necklaces can also be manufactured with cloth, sometimes contain rocks (particularly gems), wood, and/or shells or other matching ornaments in different shapes and sizes. |
| » |
13 Juni 2011 Cara Merawat Batik Agar Tahan Lama Batik kini tak lagi hanya dikenakan pada acara formal saja, namun juga dapat dikenakan untuk acara non-formal. Lalu bagaimana perawatan yang ideal untuk menjaga agar batik itu tetap terlihat indah? Dibutuhkan ketrampilan khusus agar warna dan corak batiknya tidak cepat pudar dan terlihat lusuh. |